BEMULANYA ILMU NAHWU

Seperti yang kita ketahui, bahwasanya Nahwu merupakan ilmu yang membahas tata bicara dan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab. Dalam bahasa arab, kita tidak asal keluar suara ketika berbicara. Maka dari itu dibuatlah kaidah-kaidah tersebut. Tapi, saat ini kita saa ini tidak sedang berbicara kaidah dalam penulisan bahasa arab, akan tetapi kita berbicara 'bagaimana pertama ilmu nahwu itu pertama kali bisa muncul'.

Bermula pada masa kekhalifahan Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Dikisahkan, pada malam itu Abu Aswad sedang duduk diatas loteng bersama anak perempuannya. Mereka melihat langit malam yang indah dengan bimtang- bintangnya. sehingga anak Abu Aswad mengatakan pada Ayahnya:

يَا أَبَتِ مَا أَحسَنُ الـسَمـَاءِ  

wahai Ayah Apa yang menyebabkan Langit indah

 

"karena bintang-bintang langit". dijawab oleh Abu Aswad

 

"Ayah, aku tidak bermaksud menanyakannya tapi aku megatakan ucapan takjub" lanjut Anaknya

 

"ohh, Kalau begitu katakanlah olehmu 

ما أحسنَ السماءَ (Alangkah indahnya langit)

 

Dan esok paginya Abu Aswad Menjumpai Khalifah Ali bin Abi Thalib. "wahai amirul-Mukminin ada yang ingin kuceritakan padamu". Kemudian ia menceritkan kejadian semalam mengenai anaknya.

Dan setelah bercakap-cakap, maka diambillah kesimpulan bahwa dibukukan ilmu kaidah dan tata cara bahasa arab. Apalagi bahasa arab merupakan bahsa alquran dan hadist, yag pastinya islam akan tersebar dengan bahasa arab ke berbagai wilayah dan pastinya akan bercampur bahsa arab dan bahasa ajam.

Asal dinamakan Nahwu

Sayyidina Ali memerintahkan Abu Aswad untuk mengarang buku mengenai kaidah berbahasa Arab. kemudian Abu Aswad bertanya 'Dari mana aku memukainya?'. Lalu Ali menjawab 'Mulailah dengan Kalam: ismun fi'lun wa harfun'. Dari sinilah dasar ilmu nahwu. 

Lalu dari mana kata Ilmu nahwu?. Jadi, ketika Abu Aswad mengarang, beliau selalu meminta pendapat dari setiap kaidah yang ditulisnya kepada Ali. Sehingga Ali mengatakan 'Ikuti nahwu ini'. Nahwu disini bermakna contoh atau permisalan. Dan setiap ditanya Ali mengatakan 'ini nahwu-nya ini nahwunya'. sehingga setelah buku itu dikarang dinamakanlah ilmu Nahwu. 

Dan perjalanan ilmu nahwu ini juga sangat panjang, hingga sampai masa keemasannya pada masa Sibawaih. Tapi, saya akan menceritakan kelanjutannya di next post.

Komentar